Transformasi Pembelajaran Sejarah Berbasis Religi dan Budaya untuk Menumbuhkan Karakter Siswa

Posted by Administrator on June 5th, 2012. Filed in Latest Edition,Vol 2 (1) Juni 2012.

IKHTISAR: Studi ini berkenaan dengan perkembangan tarik-ulur antara identitas nasional dan budaya global, khususnya diantara generasi muda Indonesia. Sekolah, sebagai lembaga formal yang didirikan oleh pemerintah, memainkan peranan penting dalam mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal kepada para siswa sebagai generasi muda. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hal ini bermaksud untuk menggali dan mengumpulkan data tentang nilai-nilai budaya dan agama dari para siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) di Banten. Data dikumpulkan melalui dua instrumen utama: (1) Wawancara dengan para siswa, guru, dan kepala sekolah dari tiga SMA yang berbeda di Banten; serta (2) Observasi terhadap pembelajaran sejarah di kelas dan kegiatan ekstrakulikuler. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam kenyataannya sekolah telah memasukan materi tentang nilai-nilai religi dan budaya lokal dalam proses pembelajaran sejarah. Para siswa juga masih memegang erat tradisi mereka tentang nilai-nilai budaya dan agama Islam di Banten. Hal ini penting dalam pembentukan karakter para siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari.
KATA KUNCI: Transformasi pembelajaran sejarah, basis nilai-nilai religi dan budaya, serta siswa SMA di Banten.

ABSTRACT: This study is concerning on the growing tension between national identity and global culture, especially among the young people in Indonesia. Schools, as formal institutions developed by the government, are considered to play a crucial role in transforming the local cultural values to the students as young generation. This study is a qualitative research by using the ethnographic approach. It is aimed to collect and investigate the data of cultural and religious values among senior high school students in Banten. Data are collected through two main instruments: (1) Interviews with the students, teachers, and headmasters of three different senior high schools in Banten; and (2) Observations of history classes and extracurricular activities. The results show that the schools have actually inserted the contents of religious and local cultural values in the history teaching. Students still also abide their traditions that are deeply rooted on the values of Islam and Banten culture. It is important to developing students’ character in their everyday life.
KEY WORD: Transforming the history teaching, religious and cultural’s values-based, and senior high school students in Banten.

About the Author:

Dr. Encep Supriatna adalah Dosen di Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat e-mail: cepsup@yahoo.co.id

click.here.encep.article.in.PDF